Jumat, 20 Agustus 2010

latihan SIFAT- SIFAT TERCELA

Imtihan
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, dan e sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
4. Hasud berarti ....
a. Dengki
b. Sombong
c. Pamer
d. Takabur
e. Mengumpat

2. Orang yang tidak suka melihat orang lain mendapat nikmat Allah SWT adalah orang yang bersifat ....
a. Munafik d. Gibah
b. Hasud e. Fitnah
c. Ria

3. Jauhilah dirimu dari sifat dengki karena sesungguhnya sifat dengki itu memakan kebaikan seperti ....
a. Pagar makan tanaman
b. Air di daun keladi
c. Pinang dibelah dua
d. Api memakan kayu bakar
e. Api dalam sekam

4. Ria berarti ....
a. Takabur
b. Sombong
c. Pamer
d. Hasud
e. Iri hati

5. Kitab Fathul Bari ditulis oleh ....
a. Imam Gazali
b. Ibnu Hajar
c. Muhammad Abduh
d. Al Hafiz Ibnu Hajar
e. Ibnu Rusyd

6. Seseorang yang melakukan amal perbuatan agar mendapat pujian dari orang lain berarti orang tersebut bersifat ....
a. Hasud d. Munafik
b. Ria e. Takabur
c. Syirik

7. Sempurnakanlah ayat berikut ini

8. Yang diberi garis bawah hukum bacaannya adalah ....

a. Izhar d. Iglab
b. Idgam bigunnah e. Ikhfa
c. Idgam bilagunnah

9. Yang diberi garis bawah hukum bacaannya adalah ....



a. Ikhfa
b. Iglab
c. Izhar syafawi
d. Idgam mimi
e. Ikhfa syafawi

10. Yang tidak termasuk ciri- ciri orang yang mempunyai sifat ria ialah ....
a. Tidak akan melakukan perbuatan baik bila tidak dilihat orang
b. Beribadah hanya ikut- ikutan
c. Bertambah tekun beribadah, bila mendapat pujian
d. Senantiasa berupaya menampakkan segala perbuatan baiknya agar diketahui orang banyak
e. Salat dengan khusyuk dan se¬nantiasa berbuat baik walaupun tidak ada orang lain yang melihat

11. Yang tidak termasuk bahaya ria di bawah ini adalah ....
a. Ketidakpuasan terhadap apa yang telah dilakukan
b. Selalu ikhlas dalam beribadah
c. Rasa hampa atau senantiasa gelisah ketika akan berbuat sesuatu
d. Menyesal ketika orang lain tidak menghargainya
e. Jiwa terganggu karena keluh kesah yang tiada hentinya

12. Orang yang menafkahkan hartanya karena ria diumpamakan sebagai batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat hingga menjadi bersih. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran surah ....
a. Al Bagarah Ayat 264
b. Al Bagarah Ayat 255
c. Al Maidah Ayat 45
d. Al Maun Ayat 5
e. Al Maidah Ayat 33

13. Perbuatan ria dapat dikatakan sebagai
a. Sedekah d. Hasud
b. Nifak e. Pailit
c. Sirik khafi

14. Aniaya dalam bahasa arab berarti ....
a. Hasud d. Zalim
b. Ria e. Pailit
c. Gibah

15. Zalim berarti ....
a. Sayang d. Amal baik
b. Melampaui batas e. Hormat
c. Murah hati

16. Meninggalkan salat dan malas belajar adalah contoh orang yang berbuat zalim terhadap ....
a. Allah d. Diri sendiri
b. Lingkungan e. Orang tua
c. Sesama manusia

17. Minum- minuman yang memabukkan atau mengonsumsi obat- obat yang terlarang adalah contoh orang yang berbuat ....
a. Baik d. Kufur
b. Amal shaleh e. Fitnah
c. Zalim

18. Orang yang keluar dari ajaran Islam (murtad) berarti dia telah berbuat zalim terhadap ....
a. Allah swt.
b. Orang tua
c. Diri sendiri
d. Nikmat allah
e. Sesama makhluk

19. Seorang pendaki gunung yang melukai pohon- pohon dengan belatinya berarti dia telah berbuat zalim terhadap
a. Allah swt.
b. Diri sendiri
c. Sesama manusia
d. Lingkungan hidup
e. Melestarikan alam

20. Jika kita akan membunuh binatang, misalnya ayam, bunuhlah dengan cara yang baik. Penjelasan ini terdapat dalam hadis Rasulullah saw. yang diriwayat¬kan oleh ....
a. Bukhari d. Nasa'i
b. Muslim e. Turmuzi
c. Bukhari Muslim

21. Mengganggu ketenangan dan ketenteraman orang lain termasuk perbuatan ....
a. Hasud d. Nifak
b. Ria e. Kufur
c. Zalim

22. Untuk menghindari sifat aniaya hendaknya selalu mengingat…
a. Allah
b. Orang tua
c. Sekolah
d. Masyarakat
e. Teman

23. Orang yang memiliki sifat dengki, hidupnya akan ....
a. Tenang
b. Gelisah
c. Bahagia
d. Damai
e. Ikhlas

24. Orang yang berbuat zalim akan mendapat ....
a. Azab yang pedih
b. Rahmat dari Allah SWT
c. Keberkahan
d. Cercaan dari teman
e. Pujian

25. Surah Ar Rum Ayat 41 menjelaskan tentang ....
a. Perbuatan baik
b. Kerusakan alam
c. Perintah salat
d. Kaifiat umrah
e. Larangan zalim

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Apakah pengertian iman menurut bahasa?
2. Apakah pengertian iman menurut istilah?
3. Tulislah dalil Al Quran yang menjelaskan bahwa manusia tidak boleh mencampur adukan antara yang hak dan yang batil!
4. Siapakah makhluk Allah yang bersifat paling hasud?
5. Apakah agama yang diridai Allah swt.?
6. Jelaskan maksud dari Surah Yunus Ayat 100!
7. Tulislah hadis Rasulullah saw. yang menjelaskan tentang larangan bersifat dengki!
8. Apakah pengertian ria menurut bahasa?
9. Apakah pengertian ria menurut syara?
10. Dilihat dari bentuknya ria ada dua macam. Jelaskanlah!
11. Apakah artinya ria dalam niat?
12. Sebutkan beberapa ciri orang yang mempunyai sifat ria!
13. Jelaskan bahaya ria!
14. Apakah yang dimaksud dengan perbuatan zalim?
15. Jelaskan tiga macam kezaliman!

SIFAT- SIFAT TERCELA

SIFAT- SIFAT TERCELA

Muqadimah
Pernahkah kamu merasa tidak senang bila temanmu mendapat kebahagiaan? Atau, selalu ingin diperhatikan bila memberi sedekah, ataupun menyakiti temanmu sehingga ia marah atau sedih? Hati- hatilah! Sikap tersebut adalah tanda- tanda perilaku hasud, ria, dan aniaya. Nauzubillah, kita harus segera memperbaiki diri agar tidak terjebak dalam perilaku tercela itu. Tentu kamu pun tidak ingin mempunyai musuh, bukan? Hidup akan terasa indah bila kita memiliki banyak orang yang menyenangi kita dan bukan sebaliknya.

Kompetensi Dasar
Terbiasa menghindari sifat- sifat tercela.

Indikator
 Siswa dapat menunjukkan sikap menjauhi sifat hasud.
 Siswa dapat menunjukkan sikap menjauhi sifat ria.
 Siswa dapat menunjukkan sikap menjauhi aniaya.

Adab
1. Bacalah Al Quran (5 - 10 menit) sebelum memulai pelajaran!
2. Awali pelajaran dengan doa belajar!
3. Jalinlah hubungan yang harmonis di lingkunganmu dengan menjauhi sifat hasud, ria, dan aniaya!
4. Tunjukkan sifat terpuji di mana pun kamu berada agar hidup tenang dan tidak mempunyai musuh!
5. Selesai belajar, biasakan membaca doa agar ilmu yang kamu dapatkan menjadi berkah!

Kitab suci Al Quran banyak menerangkan sifat- sifat dan akhlak atau terpuji. Rasulullah saw. Ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Siti Aisyah (istri Rasullullah) mengenai bagaimana akhlak Rasulullah itu, Siti Aisyah mengembalikan pertanyaan kepada ¬sahabat nabi tersebut, "Bukankah Anda telah membaca Al Quran?" Aisyah kemudian mengatakan bahwa Al Quran itu mengandung contoh- contoh tentang akhlak Rasulullah yang sepa¬tutnya dijadikan suri teladan oleh umat manusia.
Di sisi lain, Al Quran juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang akhlak- akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah yang selalu ditunjukkan oleh kaum Quraisy dahulu untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah sebagaimana dilakukan oleh tokoh- tokoh Quraisy seperti Abu Jahal, Walid bin Mugirah, Akhnas bin Syariq, ¬Aswad bin Abdi Yaquts, dan lain- lain. Oleh karena itu, iman merupakan suatu pengakuan terhadap kebenaran dan harus dipelihara, dan ditingkatkan kualitasnya melalui sikap dan perilaku terpuji. Hadis Nabi Muhammad saw.

Artinya :
"Iman itu ialah melihat dengan hati mengikrarkan dengan lisan, dan mengerjakan dengan anggota (perbuatan)."
(HR Bukhari Muslim).

Menurut pemahaman hadis di atas, iman itu tidak cukup diyakini di dalam hati saja, rnelainkan harus diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan- perbuatan terpuji karena hal itu merupakan wujud nyata pengakuan iman seseorang. Keimanan seseorang akan rusak atau tidak manfaat apabila seseorang melakukan hal- hal yang dapat mengurangi bahkan merusak keimanannya. Di antara perbuatan atau akhlak yang tercela dan menyebabkan rusaknya keimanan adalah hasud, ria, dan aniaya.
Hadis Rasulullah saw. yang artinya Rasulullah saw. bersabda "Sesungguhnya iman dalam dada setiap kalian itu akan mengalami keusangan sebagaimana pakaian menjadi lapuk, maka mohonlah kepada Allah SWT, agar Dia memperbarui iman kalian." (HR Haitami)
Firman Allah swt. Surah Al Baqarah Ayat 42.

     •   
Artinya :
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui.(QS. Al Baqarah : 42)
A. Hasud
Dalam bahasa Arab, hasud berarti dengki. Dengki merupakan sifat tercela, yaitu sifat yang mengharapkan agar nikmat orang lain lenyap atau terhapus. Hal ini terjadi akibat dari rasa iri hati yakni sifat tidak senang jika melihat orang lain mendapat nikmat Allah atau kebahagiaan. Hasud adalah salah satu sifat iblis karena iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam a.s. yang telah mendapat anugerah Allah swt. menjadi khalifah.
Sifat tercela ini harus dihindari oleh semua orang, khususnya di kalangan generasi muda muslim karena jika sifat hasud ini terus menerus menjadi kebiasaan, tentu akan membawa akibat hancurnya kebaikan dalam diri seseorang akibat bertambahnya sifat rakus, tamak, dendam, serta rasa rmusuhan di dalam diri.
Hadis Rasulullah saw.


Artinya :
"Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit- penyakit umat dahulu (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut." (HR Ahmad dan Turmuzi).

Dari hadis tersebut di atas, dapat dipahami bahwa hancurnya atau terpecahnya agama menjadi bercerai- berai saling membenci, bermusuhan, dan saling merusak disebabkan sifat benci dan dengki yang berkepanjangan di antara pemeluknya.
Agar kaum muslim diridai Allah swt., maka kita harus kembali menghayati Surah Ali Imran ayat 19 dan Surah Yunus Ayat 100 yaitu sebagai berikut.

Artinya :
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat- ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
(QS. Ali Imran : 19)


Artinya :
Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.(QS. Yunus : 100)

Intisari ayat tersebut mengandung arti bahwa pemeluk Islam yang diridai Allah ialah sebagai berikut :
1. Pemeluknya senantiasa tidak berselisih terhadap sesama manusia.
2. Pemeluknya senantiasa tidak dengki terhadap sesama manusia.
3. Pemeluknya senantiasa mengimani ayat- ayat Allah (Al Quran) serta melaksanakannya dalam "kehidupan sehari- hari”
4. Pemeluknya senantiasa menggunakan akal atau berpikir sebelum bertindak.

Dalam hadis lain Rasulullah saw. bersabda.



Artinya :
"Jauhilah dirimu dari sifat dengki karena sesungguhnya sifat dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar." (HR Abu Daud).

Oleh karena itu, sifat dengki tidak bermanfaat bagi orang yang dengki karena dengki merusak amal kebaikan, sama halnya seperti api memakan kayu. Pendengki selalu gelisah dan tidak tenang karena hatinya tidak rela jika melihat orang lain mendapat kenikmatan dari Allah swt. Jika keadaan hati tidak tenang dan selalu gelisah, hal itu akan membahayakan kesehatan rohani maupun jasmani ¬dan mengakibatkan bahaya bagi orang lain karena dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan serta kerusakan.
Oleh karena banyaknya akibat buruk yang ditimbulkan oleh sifat ini, maka kita harus berusaha menghindarinya dalam kehidupan sehari- hari baik di sekolah, di keluarga maupun di masyarakat. Sebaliknya, kita hendaknya turut merasa senang jika orang lain mendapat kenikmatan atau kebahagiaan.



B. Ria
Ria berasal dari bahasa Arab yang artinya "Memperlihatkan" atau terkenal dengan istilah "Memamerkan". Dari segi syara, Imam Al Hafiz Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan bahwa ria ialah ibadah yang dilakukan dengan tujuan atau maksud agar dapat dilihat orang lain ¬sehingga memuja pelakunya.

Uzkur
1. Allah berfirman dalam (Surah Ar Rum Ayat 41
Artinya :
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah meragakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS Ar Rum 14).

2. Agar tujuan hidup manusia yaitu selamat sejahtera, di dunia dan akhirat, maka hendaknya:
a. Rajin beribadah dan berkomitmen teguh melaksanakan syariat Islam/ rukun Islam;
b. Senantiasa gemar membaca, memahami, dan melaksanakan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari- hari;
c. Berbuat baik, peduli dengan sesama makhluk, aktif mengadakan bakti sosial, santunan, dan lain- lain yang sesuai dengan kemampuan masing- masing.

Ria merupakan sifat tercela karena melakukan amal perbuatan tidak untuk mencari rida Allah SWT melainkan untuk mengharap pujian orang lain. Dilihat dari bentuknya ria ada dua macam sebagai berikut :
1. Ria dalam Niat
Maksudnya adalah berniat sebelum melakukan pekerjaan agar pekerjaan tersebut dipuji oleh orang lain. Padahal niat sangat menentukan nilai suatu pekerjaan. Jika pekerjaan baik dengan niat karena Allah, maka perbuatan itu mempunyai nilai di sisi Allah, dan jika perbuatan itu dilakukan karena hal lain seperti ingin mendapat pujian, maka perbuatan itu tidak memperoleh pahala dari Allah swt. sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw.



Artinya: "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya...." (HR Muslim).

Ria yang berkaitan dengan hati paling sulit untuk diketahui karena yang mengetahuinya hanya Allah semata.

2. Ria Perbuatan
Contoh perbuatan ini seperti ketika akan mengerjakan salat, seseorang tampak memperlihatkan kesungguhan dan kerajinan, namun alasannya karena takut dinilai rendah di hadapan guru atau orang lain. Dia melaksanakan salat dengan khusyuk dan tekun disertai harapan mendapat perhatian, sanjungan, dan pujian dari orang lain. Orang yang ria dalam salat akan celaka.
Firman Allah swt. dalam Surah Al Ma'un Ayat 4 - 7.

Artinya :
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, Orang- orang yang berbuat riya Dan enggan (menolong dengan) barang berguna (QS. Al Maun : 47)

Dalam firman Allah yang lain yaitu Surah An Nisa Ayat 142 dinyatakan sebagai berikut.

Artinya :
"Sesungguhnya orang- orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud ria (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah, kecuali sedikit sekali." (QS An Nisa : 142).



Ria yang berhubungan dengan perbuatan ini masih dapat dilihat sekalipun agak samar-samar. Bila kita mendapatkan orang yang demikian, kita tidak boleh berburuk sangka terlebih dahulu.
Beberapa ciri orang yang mempunyai sifat ria dalam perbuatan yaitu sebagai berikut :
a. Tidak akan melakukan perbuatan baik seperti bersedekah bila tidak dilihat orang.
b. Beribadah hanya sekadar ikut- ikutan. Hal itu pun dilakukan jika berada di tengah- tengah orang banyak. Sebaliknya, ia akan malas beribadah bila sedang sendirian.
c. Terlihat tekun dan bertambah motivasinya dalam beribadah jika mendapat pujian Sebaliknya, mudah menyerah jika dicela orang.
d. Senantiasa berupaya menampakkan segala perbuatan baiknya agar diketahui orang banyak.

Sifat ria dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sifat ria yang membahayakan terhadap diri sendiri di antaranya ialah sebagai berikut.
a. Selalu muncul ketidakpuasan terhadap apa yang telah dilakukan.
b. Muncul rasa hampa dan senantiasa gelisah ketika berbuat sesuatu.
c. Menyesal melakukan sesuatu ketika orang lain tidak memperhatikannya.
d. Jiwa akan terganggu karena keluh kesah yang tiada hentinya.

Adapun bahaya ria yang dapat menimpa orang lain akan terlihat ketika orang yang pernah dibantunya kemudian diumpat, diolok-olok, dan dihina atau dicaci maki oleh orang yang membantu dengan ria. Dia mencaci maki atau mengungkit-ungkit pemberiannya karena disanjung dan dipuji atau karena tidak tercapai harapan sesuai dengan apa yang dikehendaki sehingga orang yang dicaci-maki itu akan tersinggung dan akhirnya terjadilah perselisihar permusuhan di antara keduanya. Oleh karena itu, perbuatan ria sangat merugikan karena Allah SWT tidak akan menerima dan memberi pahala atas perbuatannya.
Hadis Nabi Muhammad saw-. artinya :
Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Berfirman Allah swt., adalah yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa yang mengerjakan sesuatu amal saleh tetapi dalam amal itu dia menyebutkan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya (HR Muslim dan Ibnu Majah).
Firman Allah swt. Surah Al Bagarah Ayat 264.


Artinya :
Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya Karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (Tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah : 264)

Begitulah bahaya dari sifat ria, bahkan ria itu dapat dikatakan sebagai syirik khafi artinya syirik ringan karena mengaitkan niat untuk melakukan sesuatu perbuatan kepada sesuatu selain Allah swt.

C. Aniaya
Aniaya dalam bahasa Arab disebut zalim yang berarti melampaui batas, keterlaluan, atau menempatkan sesuatu seperti mengucapkan, bertindak, atau beriktikad yang tidak pada tempatnya. Kezaliman dapat diartikan perbuatan yang melampaui batas batas kemanusiaan dan menentang atau menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan Allah swt.
Firman Allah swt. Surah Maidah Ayat 45.

Artinya :
Dan kami Telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS. Al Maidah :45)

Seorang penguasa yang tidak memberikan bantuan atau pertolongan kepada rakyatnya yang sedang menderita atau tidak memberikan hak- haknya, maka penguasa tersebut telah berbuat zahin. Seseorang yang berkhianat terhadap temannya sendiri, juga dapat dikatakan telah berbuat kezaliman. Jadi, setiap orang yang memperlakukan orang lain yang bukan seharusnya dan bermaksud menyakiti atau menyusahkan, maka disebut zalim.
Ada tiga macam bentuk kezaliman, yaitu sebagai berikut :
1. Kezaliman terhadap Allah swt. Yaitu ingkar (kufur) terhadap Allah seperti mengaku beriman, tetapi hasilnya tidak (munafik) atau murtad (keluar dari agama Islam).
2. Kezaliman terhadap diri sendiri. Yaitu berbuat kedurhakaan atau melakukan perbuatan dosa seperti berzina, minum minuman yang memabukkan, meninggalkan salat, malas belajar, dan tidak mensyukuri segala nikmat dari Allah swt.
3. Kezaaliman terhadap sesama makhluk. Yaitu mencelakakan orang lain, merusak tumbuh¬- tumbuhan (lingkungan hidup), dan menyiksa hewan.

Taaruf
Ada beberapa tokoh di abad XX yang dalam sejarah terkenal tercela kepemimpinannya karena banyak membunuh orang atau lawan- lawan politiknya yaitu
 Adolf Hitler dari Jerman.
 Benito Mussolini dari Italia.
 Stalin dari Rusia.
 Francisco Franco dari Spanyol.

Mereka terukir namanya dalam sejarah dunia karena kekejaman¬nya.

Perbuatan zalim, (aniaya) terhadap orang lain bisa berbentuk penganiayaan yang bersifat fisik (jasmani) misalnya mencederai, melukai, dan menghukum secara tidak adil dan penganiayaan yang tidak bersifat fisik seperti mengganggu ketenangan dan ketenteraman orang lain, menumbuhkan keresahan masyarakat, meneror, menghina, mencaci- maki, memfitnah, menjatuhkan martabat dan mengambil hak- hak orang lain. Akibat yang akan ditimbulkan oleh perbuatan tersebut pasti tidak baik. Oleh karena itu, ajaran Islam mewajibkan umatnya agar berbuat baik, ramah, dan sopan santun, kepada semua makhluk Allah, khususnya sesama manusia.

Khabar :
1. Nabi bersabda, bahwa karena seekor kucing seorang wanita masuk ke neraka. Kucing itu diikatnya, tidak diberinya makan, tidak pula dilepasnya sehingga kucing itu mati
2. Pernah terjadi di Indonesia, hama wereng dan tikus merajalela sehingga ribuan hektar sawah tidak bisa dipanen. Setelah diselidiki oleh para ahli, ternyata di antara sebabnya adalah semakin jarangnya burung dan ular sawah. Burung banyak ditangkap dan ditembaki. Burung itu menjadi korban kezaliman manusia. Padahal peranan burung itu besar sekali. Mereka makan ulat dan hama yang menempel dan merusak padi. Sementara itu, ular sawah banyak ditangkapi karena ketamakan manusia. Dagingnya dimakan, darahnya diminum, dan kulitnya dijual. Akibatnya, tikus yang biasanya menjadi mangsa empuk ular- ular sawah, berkeliaran menghantam padi.
3. Kezaliman terhadap lingkungan banyak dilakukan oleh yang menamakan dirinya. Kita lihat di dalam bus yang awalnya bersih, dalam kereta yang tadinya rapi di dinding tembok yang catnya rapi menjadi coreng moreng oleh coretan- coretan kesombongan identitas dirinya. Tidak sedikit pula kaum pelajar yang terlibat dengan obat-obatan terlarang sehingga dirinya rusak dan keluarga terbengkalai. Sungguh sangat memprihatinkan.

Hadist Nabi Muhammad SAW :
Artinya :
Sesungguhnya Allah swt mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu. Bila kamu membunuh, baik- baiklah cara membunuhnya. Bila kamu menyembelih binatang, baik¬- baiklah cara menyembelihnya. Hendaklah salah seorang di antara kamu menajamkan pisaunya, dan hendaklah ia mempercepat mati binatang sembelihannya."
(HR Muslim).
Firman Allah swt. Surah Al Maidah Ayat 33 :

Artinya :
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar (QS. Al Maidah : 33)

Untuk menghindari sifat aniaya kita hendaknya senantiasa mengingat pesan Allah yaitu bahwa Allah mengharamkan segala bentuk perselisihan, permusuhan, kedengkian, dan mengadakan perusakan terhadap sesama manusia dan alam semesta. Penganiayaan atau sifat zalim tidak akan diIakukan seseorang jika ia menghargai hak asasi manusia dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepadanya.

Fulan adalah seorang siswa SMU di kota B. Kebiasaan yang dilakukannya menunggu adik kelasnya pulang sekolah untuk kemudian dia meminta uang/ barang tertentu sering dia lakukan dengan cara paksaan. Adik kelasnya dengan terpaksa memberikan apa yang diminta Fulan. Namun kelasnya tidak berani melaporkan kepada guru di sekolah. Bagaimana menurut pendapatmu tentang perbuatan Fulan? Apakah sudah benar tindakan adik- adik kelas Fulan? Jelaskan dengan argumentasimu!

Tazkirah
Hasud merupakan sifat tercela yaitu sifat dengki yang mengharap¬kan agar nikmat orang lain lenyap atau terhapus. Orang yang memiliki sifat dengki akan mempunyai penyakit jiwa yang pengaruhnya dapat menghancurkan diri sendiri karena dia telah menyibukkan hatinya sendiri, melelahkan pikiran dan syaraf, hidup gelisah dan gundah, dan dunia akan terasa gelap dan sempit.
Seseorang dikatakan ria apabila ibadah atau amal salehnya tidak dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah, tetapi karena mendapat pujian dan san¬jungan orang lain.
Keburukan dari sifat ria antara lain sebagai berikut :
1. Ibadah yang dilakukan bukan karena Allah, tetapi karena ria sehingga tidak bernilai ibadah dan tidak mendapatkan pa¬hala.
2. Sikap ria tidak akan mendatangkan ketenangan, namun akan mendatangkan kekecewaan.
3. Sifat ria dapat me¬lemahkan kemauan dan pikiran.
4. Sifat ria dapat melemahkan iman, dan berdasarkan hadis Rasulullah, sifat ria dipandang sebagai syirik kecil.

Zalim adalah melampaui batas pada saat kita melakukan perbuatan terhadap makhluk Allah lainnya, khususnya terhadap sesama manusia.
Kezaliman dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut.
1. Zalim terhadap Allah swt.
2. Zalim terhadap diri sendiri.
3. Zalim terhadap sesama makhluk Allah.

Untuk mencegah dari sifat- sifat tercela seperti hasud, ria,hendaknya kita ¬memahami bahwa AIlah mengharamkan manusia untuk saling berselisih dengki, saling membenci, bermusuhan, dan mengadakan perusakan terhadap sesama manusia dan alam ¬lingkungan hidup di sekitarnya. Perselisihan, kedengkian, kebencian, permusuhan, dan perusakan adalah sifat iblis yang dimurkai ¬Allah swt.

IMTIHAN sifat terpuji

IMTIHAN

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
1. Segala macam perilaku atau perbuatan yang baik yang tampak dalam kehidupan seseorang disebut dengan ....
a. Akhlaqul karimah
b. Kebiasaan
c. Budaya
d. Etika
e. Adat istiadat

2. Budi pekerti adalah perilaku seseorang yang biasanya mengacu pada kebiasaan di suatu daerah, sedangkan akhlaqul karimah sifatnya universal dan acuannya ialah ....
a. Adat istiadat
b. Al quran dan hadis
c. Pancasila dan uud 1945
d. Budaya bangsa
e. Aturan tidak tertulis suatu suku

3. Di dalam kehidupan, kita hendaknya selalu positive thinking. Dalam istilah Islam hal ini disebut ....
a. Berbaik sangka
b. Negative thinking
c. Husnuzzan
d. Menerima apa adanya
e. Berbudi luhur

4. Allahlah yang menundukkan lautan supaya kapal- kapal dapat berlayar padanya dan kita dapat mencari sebagian karunianya. Oleh karena itu, kita hendaklah ....
a. Berikhtiar
b. Berperilaku yang baik
c. Menundukkan alam
d. Bersyukur kepada allah
e. Berbaik sangka kepada allah

5. Di bawah ini adalah ungkapan¬- ungkapan orang yang husnuzzan kepada Allah, kecuali ....
a. "Alhamdulillah, hujan telah turun."
b. "Allah tidak sia-sia menciptakan sesuatu."
c. "Alhamdulilah, saya selamat dari kecelakaan."
d. "Untunglah dia tidak meninggal walaupun dia cacat."
e. "Mengapa hanya saya saja yang bernasib begini?"

6. Jika manusia tidak beruntung dalam memperoleh karunia Allah, hal itu bukanlah berarti Allah benci kepadanya melainkan kualitas atau kemampuannya belum maksimal. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa ....
a. Sabar dan tawakal serta berdoa
b. Husnuzzan kepada allah
c. Su'uzzan kepada allah
d. Menyerah karena tidak ada gunanya
e. Tidak melanjutkan usahanya karena takut gagal

7. "Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."
Ayat ini kita jumpai dalam ....
a. QS An Najm : 38
b. QS An Najm : 39
c. QS Yusuf : 87
d. QS Jumuah : 10
e. QS Jumuah : 5

8. Di bawah ini adalah hikmah husnuzzan, kecuali ....
a. Hidup menjadi tenang, tenteram, dan damai
b. Hati menjadi bersih
c. Bisa menimbulkan rasa pesimis
d. Jauh dari perselisihan atau per¬pecahan
e. Senantiasa bersyukur kepada allah



9. Di bawah ini beberapa contoh sikap gigih dan optimis, kecuali ....
a. Tidak mudah putus asa
b. Selalu yakin keberuntungan akan diperolehnya
c. Percaya diri dan makin besar harapan
d. Berusaha terus dan tidak berpikir tentang hasilnya
e. Lebih meningkatkan ikhtiarnya untuk meraih kesuksesan

10. Pernyataan atau sikap di bawah ini yang mengandung dosa ialah ....
a. "Siapa tahu, keberuntungan saya ada di sini."
b. "Tidak masalah, saya akan coba lagi."
c. "Jangan- jangan saya bersalah."
d. "Saya akan berusaha terus."
e. "Ah! Capek tidak ada gunanya”

11. "Allah tidak menyuruh kita untuk salat terus menerus, tetapi kita juga diperintah untuk mencari karunia Allah (rezeki). Perintah ini kita temui dalam ....
a. QS Al Jumuah: 10
b. QS Yusuf
c. QS Al Jasiyah
d. QS Najm
e. QS Al Hujurat: 13

12. artinya adalah ....

a. Dan tunaikan zakat karena Allah
b. Dan carilah karunia Allah (rezeki)
c. Dan bertebaranlah kamu karena Allah
d. Dan ingatlah karunia Allah
e. Jangan kamu putus asa atas karunia Allah SWT

13. Di antara akhlak terpuji ialah berinisiatif yang contohnya antara lain seperti di bawah ini, kecuali
a. Memprakarsai sesuatu kegiatan yang positif
b. Menghindarkan diri dari sikap ikut- ikutan
c. Cepat bertindak dalam situasi sulit.
d. Menggunakan nalar dan bertindak dengan kesadaran sendiri
e. Berbuat sesuatu setelah diarahkan pimpinan

14. Untuk menumbuhkan sikap inisiatif agar dapat mandiri, caranya seperti di bawah ini, kecuali....
a. Bekerja tepat waktu
b. Beramal atau bekerja menurut keadaan, bakat, clan tabiat.
c. Bekerja keras secara sungguh¬- sungguh
d. Senantiasa menggunakan akal
e. Berusaha jadi pionir dan kreatif

15. Seseorang dalam bekerja hendaklah didasarkan ilmu pengetahuan atau tidak asal ikut- ikutan seperti yang diterangkan dalam ....
a. QS Al Isra : 84
b. QS Al Isra : 36
c. QS An Nisa : 100
d. QS Ar Ra'd : 12
e. QS Ar Rahman : 33

16. Berprasangka baik disebut ....
a. Su'uzzan d. Zalim
b. Husnuzzan e. Hasud
c. Curiga

17. Lawan dari sifat husnuzzan adalah ....
a. Zalim
b. Hasud
c. Su'uzzan
d. Ria
e. Gibah


18. Karunia Allah yang dapat mendatang¬kan manfaat disebut ....
a. Hidayah d. Takabur
b. Rahmat e. Ria
c. Hasud

19. Berprasangka buruk kepada Allah SWT adalah perbuatan ....
a. Dosa d. Su'uzzan
b. Karimah e. Husnuzzan
c. Teladan

20. Kita harus senantiasa bersikap gigih dan optimis. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran ....
a. Surah Jumuah: 10
b. Surah Al Insyirah: 7
c. Surah Ar Ra'du: 11
d. Surah Yusuf: 87
e. Surah Al Maidah: 59

21. Allah swt. menciptakan manusia dari seorang laki- laki dan seorang perem¬puan. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran
a. Surah Al Hujurat: 12
b. Surah Al Hujurat: 13
c. Surah Ar Ra'du: 11
d. Surah Yusuf: 87
e. Surah Al Maidah: 3

22. Allah swt, menjadikan manusia berbangsa dan bersuku-suku untuk saling....
a. Berkompetisi
b. Kenal mengenal
c. Berperang
d. Bermusuhan
e. Bermusyawarah

23. Kerusakan alam dan ekosistem di lautan dan di daratan adalah akibat ....
a. Manusia
b. Binatang liar
c. Bencana alam
d. Rahmat allah
e. Setan

24. Sebelum kita menyembelih binatang ¬(misal kambing) terlebih dulu hendaklah....
a. Dimandikan d. Dikawinkan
b. Diberi makan e. Cukur bulunya
c. Rawat dengan baik

25. Manusia dijadikan Allah di bumi in¬i sebagai ....
a. Raja d. Khabar
b. Khalifah e. Khalik
c. Kafilah

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Apa yang kamu ketahui tentang husnuzan? Jelaskan!
2. Sebutkan maksud Surah Al Jasiyah: 12-13!
3. Sebutkan 9 macam hikmah husnuzan!
4. Apa yang kamu ketahui tentang gigih dan optimis? Jelaskan!
5. Tulislah Surah Al Jumuah Ayat 11!
6. Apa yang kamu ketahui tentang sikap rela berkorban? Jelaskan!
7. Bagaimanakah sikap yang baik terhadap lingkungan? Jelaskan!
8. Mengapa kita disuruh menyayangi binatang? Jelaskan!
9. Jelaskan maksud Surah Taha Ayat 53-54!
10. Jelaskan maksud hadis riwayat Muslim tentang sikap kita kepada binatang!
11. Jelaskan kandungan Surah Al Jumuah Ayat 10!
12. Apakah yang dimaksud dengan inisiatif?
13. Apakah tugas manusia sebagai khalifah di bumi?
14. Bagaimana sikap kita ketika akan menyembelih binatang ternak?
Jelaskan cara bersikap terpuji terhadap hewan dan t

SIFAT- SIFAT TERPUJI

Muqaddimah
Sebagai seorang pelajar muslim, kamu pasti harus memiliki kepribadian yang lslami. Bagaimanakah sesungguhnya kepribadian yang lslami tersebut? Yaitu kepribadian yang mempunyai cerminan akhlaqul karimah atau akhlak yang terpuji. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang perilaku terpuji antara lain sikap husnuzzan kepada Allah swt., gigih, berinisiatif rela berkorban,dan sikap yang benar terhadap makhiuk hidup selain manusia. Nah, siapkah kalian untuk memulainya?

KOMPETENSI DASAR
Terbiasa berperilaku dengan sifat-sifat terpuji.

INDIKATOR
 Siswa dapat menjelaskan pengertian husnuzzan kepada Allah.
 Siswa dapat menunjukkan sikap baik sangka kepada Allah.
 Siswa dapat menunjukkan perilaku gigih. Siswa dapat menunjukkan perilaku berinisiatif. Siswa dapat menunjukkan rela berkorban.
 Siswa dapat mendiskusikan manfaat sikap gigih, berinisiatif, dan rela berkorban.
 Siswa dapat menunjukkan sikap terpuji terhadap tumbuh- tumbuhan.
 Siswa dapat menunjukkan sikap terpuji terhadap binatang.
 Siswa dapat menunjukkan sikap terpuji terhadap lingkungan alam.
 Siswa dapat menunjukkan sikap terpuji terhadap makhluk gaib.

ADAB

1. Bacalah Al Quran (5-10menit) sebelum memulai pembahasan!
2. Awali pelajaran dengan membaca doa belajar!
3. Belajarlah dengan sungguh- sungguh dan hormatilah guru dan temanmu!
4. Terapkanlah sifat terpuji yang telah kamu pelajari ini di dalam kehidupan sehari-hari!
5. Selesai belajar ucapkanlah doa agar ilmu yang kamu dapatkan menjadi berkah!

Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari- hari disebut akhlaqul karimah atau akhlaqul mahmudah. Acuannya adalah Al Quran dan hadis serta berlaku universal. Akhlaqul karimah atau sifat-sifat terpuji ini banyak macamnya, di antaranya adalah husnuzzan yang pengertiannya adalah sebagai berikut.

A. Husnuzzan kepada Allah
Kata husnuzzan berarti berprasangka baik atau disebut juga positive thinking. Lawan dari kata ini adalah su'uzzan yang artinya berprasangka buruk atau disebut juga negative thinking.
Allah swt. menciptakan alam semesta seperti bumi, langit, laut, dan segala isinya menjadi bukti dan wujud kekuasaan Allah sebagai rahmat bagi makhluk hidup khususnya manusia. Rahmat adalah karunia yang dapat mendatangkan manfaat dan nikmat. Manusia akan mendapat rahmat dan nikmat dari bumi, laut, langit, dan segala isinya apabila manusia mau berusaha untuk memanfaatkan serta menggali manfaat-manfaat tersebut. Allah swt. tidak membeda-bedakan manusiia, baik warna kulit maupun suku atau bangsa sehingga siapa pun akan memperoleh manfaat tersebut bila mau berusaha.
Perhatikan firman Allah swt. Surah Al Jasiyah Ayat 12-13.

Artinya :
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan Mudah-mudahan kamu bersyukur.
Dan dia Telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Ketidakberuntungan sebagian manusia dalam memperoleh rahmat atau karunia Allah bukan karena Allah benci terhadapnya, melainkan kualitas atau kemampuan untuk memperoleh karunia Allah SWT belum dilakukan secara maksimal sehingga sikap sabar, berdoa serta tawakal wajib dilakukan. Berdosa hukumnya jika kita berprasangka buruk terhadap Allah swt.
Manusia wajib berusaha dan berikhtiar untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masing- masing. Hanya manusia yang mau berusaha, bekerja keras, dan sungguh-sungguh yang akan meraih prestasi, baik kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat. Hal itu telah diisyaratkan Allah SWT dalam Al Quran QS. An Najm :39 berbunyi sebagai berikut.

Artinya :
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang Telah diusahakannya,

Manusia harus berpikir positif dan menganggap bahwa semua kejadian ada manfaatnya dan tidak ada yang sia-sia (keterangan lebih lanjut lihat QS Ali Imran: 190-191, QS Yusuf: 111 QS Taha: 54, dan QS Ar Ra'd: 3-4)
Hikmah dari sifat husnuzzan antara lain adalah sebagai berikut.
1. Hidup menjadi tenang, tenteram, dan damai.
2. Hati menjadi bersih dan terhindar dari penyakit hati.
3. Menumbuhkan sikap tulus.
4. Tidak menimbulkan perselisihan atau perpecahan.
5. Mengingatkan manusia agar selalu berintrospeksi.
6. Dapat memacu semangat untuk lebih kreatif.
7. Menumbuhkan rasa optimis dan tidak berputus asa.
8. Menambah keyakinan bahwa apa yang difirmankan Allah itu benar.
9. Senantiasa bersyukur atas segala rezeki sekecil apa pun.

B. Gigih dan Optimis
Sikap gigih atau kerja keras serta optimis termasuk di antara akhlak mulia yakni percaya akan hasil positif dalam segala usaha. Rasa yakin ini akan menimbulkan sugesti, percaya diri, dan makin besarnya harapan. Besar harapan tersebut membawa manusia pada sikap lapang dada dan lebih giat lagi berusaha. Oleh karena itu, manusia harus optimis dan tidak boleh pesimis.

Perhatikan firman Allah swt Surah Ar Ra'du Ayat 11 berikut.

Artinya :
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Firman Allah swt. yang lain.

Artinya :
Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

Hadist qudsi menyatakan sebagai berikut :


Artinya:
"Aku selalu menurutkan sangkaan hamba-Ku terhadap diriKu, jika ia baik sangka kepada-Ku, maka ia dapat dari apa yang ia sangka. Dan jika ia buruk sangka kepada-Ku, maka ia mendapat apa yang ia sangka pada-Ku."
(HR At Tabrani dan Ibn Hibban).

Manusia sebagai makhluk yang bersifat individu dan sosial selalu mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemajuan prestasi serta taraf hidupnya. Kebutuhan- kebutuhan hidupnya selalu ingin dipenuhi dengan berbagai macam cara. Agar keinginan tersebut dapat tercapai sehingga mendapatkan rezeki yang halal dan tayyib (baik). Caranya telah diisyaratkan dalam firman-Nya berbunyi sebagai berikut.
QS Al Jumuah: 10

Artinya :
Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Dalam ayat lain Allah menjelaskan sebagai berikut.
QS Al Insyirah: 7
   
Artinya :
Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

C. Berinisiatif
Berinisiatif merupakan perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu berprakarsa melakukan kegiatan
yang positif serta menghindarkan sikap terburu- buru bertindak dalam situasi sulit, bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah, dan selalu menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.

Upaya untuk menumbuhkan jiwa inisiatif agar mampu bersikap mandiri dapat ditempuh melalui beberapa cara sebagai berikut.
1. Beramal atau bekerja sesuai keadaan, tabiat, bakat masing- masing atau syaqilah (lihat Surah Al Isra Ayat 84).
2. Tidak ikut- ikutan tanpa dasar, tanpa ilmu pengetahuan, atau taqlid (lihat Surah Al Isra Ayat 36)
3. Bekerja keras secara sungguh- sungguh (berjihad) sehingga Allah memberi petunjuk atau jalan kemudahan untuk mencapai cita- cita dan rida Allah. (lihat Surah An Nisa Ayat 100).
4. Senantiasa menggunakan akal (lihat Surah Yunus Ayat 100), dan memperbaiki nafs (jiwa/ diri) agar selalu memiliki sifat kebiasaan (watak) dan perilaku ke arah yang lebih baik sehingga Allah swt. berkenan mengubah nasib (lihat Surah Ar Radu Ayat 11 dan Surah Al Anfal Ayat 53).
5. Berusaha menjadi pionir dan kreatif mencari ide atau cara- cara baru dengan melakukan terobosan- terobosan yang efektif dan efisien.

Ta’aruf
Kegemaran Nabi Muhammad saw. adalah membantu penduduk Mekah dalam memecahkan perselisihan di antara mereka. Ketika Kakbah dibangun kembali (setelah runtuh) semua suku di Mekah turut serta bekerja membangunnya. Akan tetapi, terjadi perselisihan hebat sewaktu menempatkan Hajar Aswad di antara para pemimpin suku. Semuanya merasa paling berhak dan paling terhormat untuk mengembalikan ke tempat semula. Setelah bermusyawarah, mereka memilih Muhammad yang masih muda pada saat itu untuk menjadi hakim/ penengah dan menentukan keputusannya.
Keputusan yang diambil Muhammad tidak mengurangi kehormatan salah satu suku pun. Beliau membentangkan selembar kain putih di tanah, meletakkan Hajar Aswad di tengah kain tersebut, lalu meminta masing¬- masing pemimpin suku untuk memegang ujung kain tersebut dan mengangkat Hajar Aswad itu ke tempatnya, lalu Muhammad meletakkan batu itu sebagaimana semula. Semua itu merupakan integritas kejujuran dan kebijaksanaan yang membuat Muhammad memperoleh gelar Al Amin (yang dapat dipercaya).

D. Rela Berkorban
Allah swt telah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa yang hidup tersebar di muka bumi agar mereka saling mengenal.
Firman Allah swt. Surah Al Hujurat Ayat 13.

Artinya :
Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Setiap manusia tentu memiliki perbedaan, baik secara fisik maupun mental (kebudayaan). Perbedaan- perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, tetapi harus dipahami sebagai finatullah. Perbedaan tersebut tidak mungkin dapat dihilangkan. Oleh karena itu, kita harus menghargainya sebagai dasar saling kerja sama dalam mencapai tujuan hidup manusia yakni kemakmuran dan kebahagiaan, kedamaian, serta keselamatan dunia dan akhirat sehingga kita perlu saling tolong menolong dan rela berkorban yang semuanya mempunyai keterkaitan di dalamnya. Rela berkorban harus memiliki tujuan yakni untuk membantu atau menolong orang lain yang sedang berada dalam kesulitan.

E. Sikap Terpuii terhadap Mahkluk Hidup Selain Manusia
Agama Islam adalah rahmat Allah untuk semesta alam yang artinya rahmat tersebut bukan hanya untuk manusia saja tetapi juga untuk makhluk hidup selain manusia yaitu alam dan lingkungan hidup. Sikap muslim yang benar terhadap makhluk hidup selain manusia, antara lain sebagai berikut.

1. Akhlak terhadap lingkungan hidup
Berakhlak kepada lingkungan hidup adalah menjalin dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam sekitar. Memakmurkan alam adalah mengolah sumber daya yang berada di alam sehingga dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia tanpa merugikan alam itu sendiri. Allah menyediakan bumi yang subur ini untuk diolah oleh manusia dengan kerja keras dan dipelihara sehingga mampu melahirkan nilai yang tinggi
Kekayaan alam yang berlimpah disediakan oleh Allah untuk digunakan oleh manusia dengan cara mengambil dan memberi manfaat, baik dari dan kepada alam serta melarang segala bentuk perbuatan yang merusaknya.
Alam dan lingkungan yang terkelola dengan baik dapat memberi manfaat yang berlipat-lipat. Sebaliknya, alam yang dibiarkan atau hanya diambil manfaatnya akan mendatangkan malapetaka bagi manusia. Kita dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana akibat yang ditimbulkan oleh akhlak yang buruk terhadap lingkungan seperti hutan yang dieksploitasi tanpa batas sehingga melahirkan malapetaka kebakaran hutan yang menghancurkan tanaman hutan dan habitat hewan- hewannya.
Eksploitasi kekayaan laut tanpa memperhitungkan kelestarian ekologi laut telah menimbulkan kerusakan hebat,baik habitat hewan maupun tumbuh- tumbuhan. Sayangnya, semua itu dilakukan semata-mata untuk mengejar keuntungan ekonomi yang bersifat sementara, namun akibatnya mendatangkan kerusakan alam yang parah dan tidak bisa direhabilitasi dalam waktu puluhan bahkan ratusan tahun.
Kerusakan alam dan ekosistem di lautan dan daratan terjadi akibat manusia tidak menyadari sifatnya yang sombong, egois, rakus, dan angkuh yang merupakan bentuk akhlak terhadap lingkungan yang sangat buruk dan tidak terpuji. Padahal tujuan diangkatnya manusia sebagai khalifah di muka bumi yaitu sebagai wakil Allah yang seharusnya bertugas memakmurkan, dan melestarikan alam.
Perhatikan firman Allah swt. dalam Surah Ar Rum Ayat 41.

Artinya :
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

2. Akhlak terhadap Tumbuh- tumbuhan
Di antara anugerah Allah kepada manusia adalah diciptakan -Nya tumbuh- tumbuhan. Sebagian besar makanan manusia berasal dari tumbuh-tumbuhan. Demikian pula makanan binatang- binatang ternak, sebagian besar adalah tumbuh- tumbuhan yang bermacam-macam jenisnya.
Perhatikan firman Allah Surah Taha Ayat 53.

Artinya :
Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

Manusia perlu menyayangi tumbuh- tumbuhan karena sebagian dari pemenuhan keperluan hidup manusia itu berasal dari tumbuh-tumbuhan, baik tumbuh- tumbuhan yang dapat dimakan, seperti daunnya, maupun tumbuh- tumbuhan yang batang atau bunganya dapat diambil manfaatnya dan berfungsi membersihkan udara. Semuanya perlu diberi air sesuai dengan kebutuhannya.

Tumbuhan yang ditanam di sawah dan ladang perlu disiangi agar pertumbuhannya dan perkembangannya tidak terganggu oleh rumput- rumput yang tidak berguna.Tanam- tanamanan dipelihara yang harus dijaga jangan sampai dirusak atau dimakan oleh hama. Tanaman yang telah dimakan atau dirusak hama hendaklah diberi pembasmi hama. Usahakan agar tanaman mendapat sinar matahari dan dapat terkena hujan. Itulah sebagian di antara cara- cara menyayangi tumbuh- tumbuhan.

3. Akhlak terhadap Binatang.
Kita harus memiliki akhlak yang terpuji terhadap binatang. Alam hewani sengaja diciptakan oleh Allah bagi kepentingan makhluk hidup lainnya, khususnya manusia. Manusia juga dapat belajar mengenai bermacam hal dari hewan- hewan tersebut.

Hewan ada yang bersifat liar, jinak, atau hewan peliharaan. Ada juga hewan yang terbang di angkasa, berenang di air, tetapi semua itu adalah jenis makhluk yang memiliki banyak persamaannya dengan manusia yang merasakan lapar, haus, berkelamin, hidup berkelompok, dan sebagaimana kehidupan makhluk manusia.

Perhatikan friman Allah SWT Surah Al An’am ayat 38 sebagai berikut :
             •           
Artinya :
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

Binatang ternak atau peliharaan atau binatang apa pun jenisnya yang dipelihara perlu disayangi. Cara menyayangi binatang peliharaan antara lain dengan memberinya makanan, menyediakan tempatnya (kandang) yang wajar, memelihara kebersihannya, menjaga kesehatannya, bahkan kalau mungkin mengobatinya apabila sakit sebagaimana yang dilakukan oleh kebun binatang pada umumnya.
Kebiasaan mengadu binatang- binatang tertentu sesungguhnya juga berarti menyiksa binatang tersebut. Terlebih apabila mengadu binatang dengan memakai taruhan karena perbuatan ini adalah judi, sedangkan berjudi termasuk dosa besar.
Binatang ternak yang akan dimakan dagingnya tentu harus disembelih lebih dulu. Menyembelih hewan pun ada peraturannya agar binatang yang disembelih tidak tersiksa. Di antara peraturan tersebut antara lain ketika akan menyembelih hendaknya memakai alat yang tajam, dan sebelum disembelih, binatang tersebut hendaklah diberi makan sampai kenyang. Semua ini menunjukkan kepada kita bahwa kita diperintahkan untuk menyayangi binatang. Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut :
b
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik atas segala sesuatu, maka apabila kamu membunuh (hewan) hendaklah membunuh dengan baik, dan apabila kamu menyembelih maka sembelihlah dengan baik, dan hendaklah kamu menajamkan pisaumu, dan hendaklah binatang sembelihan itu disenangkan (dengan cara memberi makan sebelum disembelih).” (HR Muslim).

Dengan demikian, kita boleh membunuh binatang yang membahayakan atau merugikan. Kita diperintah untuk mem¬bunuhnya, asal saja ketika melaksanakannya tidak di¬dahului dengan penyiksaan, seperti menyirami tikus dengan minyak tanah, kemudian baru membakarnya. Bunuhlah bina¬tang itu dengan alat yang menyebabkan ia segera mati sehingga ia tidak merasa ter¬siksa.
b

UZKUR
Agar iblis atau setan tidak menggoda diri kita, maka hendaklah kita meningkatkan kualitas diri dengan hal-hal berikut.
1. Berbuat kebajikan dengan kerelaan hati (QS 12: 22 dan QS 4:36)
2. lkhlas dalam beramal saleh (QS 2:152,153 dan QS 11: 115)
3. Sabar dalam menghadapi cobaan (QS 16: 110 dan 125 - 128)
4. Beriman dan bertawakal (QS 16: 99)
5. Tidak menyekutukan Allah swt (QS16: 100)
6. Menurut ilmu, memperdalam memahami Kitabullah (Al Quran) dan ilmu pengetahuan lain yang bermanfaat untuk dirinya, orang tua, dan umat.

4. Akhlak terhadap Makhluk Gaib
Selain Allah swt. menciptakan manusia, Dia juga menciptakan jin sebagaimana firman-Nya berikut ini.
b
Artinya :
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.


Jin merupakan makhluk gaib yang harus kita imani. Perlu kita ketahui bahwa selain ada jin yang taat dan patuh kepada Allah swt., ada pula jin yang tidak patuh dan taat kepada Allah swt. Diantaranya yakni iblis atau setan. Iblis dan setan adalah makhluk Allah swt. yaitu sejenis jin yang diciptakan-Nya dari api yang sangat panas, jauh sebelum diciptakan-Nya Nabi Adam a.s. (lih QS Al Hijr: 26-27 dan QS Al Maidah: 56). Iblis dan setan selalu berupaya menggoda manusia agar manusia gagal mencapai tujuan hidupnya atau agar manusia sesat
(QS Al Hijr: 39 - 40, QS Sad: 82 - 83).
Setiap muslim dan mukmin wajib mengetahui dan menyakini adanya iblis atau setan yang mempunyai sifat-sifat buruk dan setiap saat menggoda hati manusia untuk tidak patuh dan taat kepada perintah Allah swt. seperti mengajak berbuat zalim, jahat, maksiat, dan ingkar. Hal tersebut harus dapat dimengerti dan diresapi serta dihayati agar manusia selalu waspa terhadap serangan, tipuan, dan godaan iblis atau setan. Mereka memang sudah mendapat izin dari Allah SWT untuk mengajak manusia kea rah keburukan hingga hari kiamat kelak,tetapi setan atau iblis tetap tidak mendapat ridha- Nya.

Adapun sistem kerja dari setiap iblis atau setan adalah seperti berikut ini.
a. Iblis atau setan bersifat gaib tetapi terlihat nyata keberadaannya setelah masuk ke dalam hati manusia yang menghasilkan gerak jasad untuk berbuat zalim, jahat, ingkar, dan maksiat.
b. Iblis selalu bersemayam di hati atau kalbu manusia dengan sifat- sifatnya yang merugikan seperti kecewa, mudah tersinggung, sakit hati, cemburu ,mudah marah, dengki, fitnah, sombong, malas, tamak, kikir, lupa diri, mabuk, dan ria.

Kita meyakini bahwa Allah swt. adalah Tuhan semesta alam dan Mahakuasa serta Maha berkehendak, sedangkan semua makhluk-Nya, termasuk jin, iblis, dan setan berada di dalam kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, cara menyikapi adanya jin, iblis, dan setan adalah sebagai berikut.
a. Jangan menuruti langkah- langkah setan (lihat QS Al Bagarah Ayat 208).
b. Tidak terganggu dan terjebak dalam kehidupan jin, iblis, ataupun setan (lihat QS Al Hijr: 39 - 40 dan QS Sad: 82 - 83).
c. Berupaya keras dan sungguh-sungguh untuk menjadi orang ikhlas (lihat QS Al Baqarah: 152 - 153 dan QS Hud: 115).
d. Mohon perlindungan kepada Allah atas segala godaan iblis dan setan yang terkutuk sebelum memulai suatu pekerjaan (lihat QS An Nahl: 98 dan QS Fusilat: 36).
e. Mengingat Allah swt. (berzikir) setiap detik atau setiap saat di dalam hati tanpa mengundang ria serta selalu ingat akan sifat- sifat iblis (lihat QS Al Maidah: 190 - 191, QS An Nisa: 103, QS Al A'raf: 201, dan QS Al Bagarah: 152 -153).
f. MeIaksanakan segala perintah Allah swt. dan menjauhi larangan-Nya (lihat QS Al Bagarah: 186).
g. Bersyukur dan pasrah setiap menerima kejadian yang hakikinya sudah ditentukan oleh Allah (lihat QS Ibrahim: 7, QS As Saffaat: 61, dan Az Zumar: 39).

Khabar
Kiat- kiat iblis dan setan dalam menggoda manusia antara lain dengan memasukkan pertentangan-pertentangan yang ada dalam kehidupan manusia ke dalam hati, kalbu, pikiran, emosi, dan perasaan manusia sehingga menimbulkan perselisihan, permusuhan, dan perusakan. (lihat QS Al Isra: 53, QS Al Jasiyah: 23 QS Al Maidah: 91, dan QS Al A'raf: 56)

Ayah Rudi adalah seorang pekerja keras. Namun, setelah sekian lama ternyata keluarga Rudi masih hidup dalam kemiskinan. Rudi berpikir bahwa Allah tidak sayang kepada keluarganya. Menurutmu, benarkah bila kita berpikiran seperti itu? Bagaimana yang seharusnya kita lakukan? Jelaskanlah beserta alasannya!

Tazkirah
Di antara makhluk gaib yang diciptakan Allah adalah iblis atau setan. Mereka telah mendapat izin dari Allah swt. untuk menyesatkan jin dan manusia yang tidak beriman atau bertakwa kepada Allah swt. Iblis dan setan diberi kesempatan sampai dengan hari kiamat untuk selalu menggoda manusia dan keturunannya dengan membuiuk hati mereka sehingga mau melanggar segala larangan Allah swt. dan menjauhi segala perintah- Nya. Kita harus selalu memohon perlindungan kepada Allah dari segala godaan iblis dan setan yang terkutuk: sebelum memulai suatu pekerjaan.

latihan demokrasi

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban yang paling tepat!

1. Demokrasi berasal dari kata "demos" dan "kratos" sehingga demokrasi berarti….
a. Pemerintah dari rakyat dan rakyatlah yang memegang kedaulatan
b. Kedaulatan berada di tangan pemerintah
c. Rakyat hendaknya menaati seluruh keputusan pemerintah
d. Rakyat berada di atas segala- galanya
e. Pemerintah berbagi kekuasaan dengan rakyat

2. Demokrasi dalam ajaran Islam adalah melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan. Musyawarah berasal dari….
a. Bahasa Latin
b. Bahasa Inggris
c. Bahasa Sansekerta
d. Bahasa Cina
e. Bahasa Arab

3. Surah Ali Imran: 159 menyuruh kita untuk….
a. Melakukan demokrasi
b. Bertobat kepada Allah swt
c. Bersabar terhadap musibah yang menimpa
d. Melakukan musyawarah
e. Berusaha maksimal dalam mewujudkan cita- cita


4. Dalam Surah Ali Imran: 159 dapat kita simpulkan seperti di bawah ini, kecuali….
a. Hendaklah berlaku lemah lembut terhadap orang lain
b. Maafkan segala kesalahan mereka
c. Mohonkan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan mereka
d. Melakukan musyawarah dengan mereka
e. Hendaklah berlaku adil terhadap mereka

5. Lafal artinya…

a. Kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka
b. Bersikap keras lagi berhati kasar
c. Mohonkanlah ampun bagi mereka
d. Dan bermusyawarahlah dengan mereka
e. Maafkanlah mereka

6. Lafal artinya ....

a. Berlaku lemah lembut terhadap mereka
b. Bersikap keras lagi berhati kasar
c. Dan bermusyawarahlah kepada mereka
d. Apabila kamu telah membulatkan tekad
e. Maka bertaqwalah kepada Allah swt

7. Lafal artinya….

a. Mereka menjauhkan diri
b. Maka bertaqwalah
c. Mohonkanlah ampunan bagi mereka
d. Maafkanlah mereka
e. Apabila kamu telah membulatkan tekad

8. Lafal artinya….

a. Dari sekelilingmu
b. Maafkanlah mereka
c. Mereka menjauhkan diri
d. Maka bertaqwalah
e. Dan bermusyawarahlah dengan mereka

9. bertemu disebut dengan….

a. Idgham bighunnah
b. Idgham bilaghunnah
c. Izhar syafawi
d. Ikhfa’
e. Iqlab

10. bertemu disebut dengan….

a. Izhar
b. Ikhfa’
c. Izhar syafawi
d. Idgham bighunnah
e. Idgham bilaghunnah

11. ayat ini kita temui dalam surah….

a. Asy Syura: 36
b. Asy Syura: 37
c. Asy Syura: 39
d. Asy Syura:38
e. Asy Syura: 40



12. Yang tidak termasuk ke dalam isi surah Asy Syura: 38 ialah….
a. Orang yang mematuhi suruhan Tuhannya
b. Mendirikan sholat
c. Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah
d. Dan mereka membayarkan zakat
e. Dan mereka beramal yang baik

13. Arti ialah….

a. Mematuhi
b. Menafkahkan
c. Seruan Tuhan YME
d. Musyawarah
e. Demokrasi

14. Arti ialah….

a. Diantara mereka
b. Mereka menafkahkan
c. Dan urusan mereka
d. Seruan Tuhannya
e. Musyawarah mereka

15. Sukun bertemu di dalam ilmu tajwid disebut….

a. Izhar syafawi
b. Qalqalah sugra
c. Ikhfa’
d. Idgham bighunnah
e. Idgham bilaghunnah

16. bertemu dengan huruf , hukum membacanya disebut dengan….

a. Qalqalah sugra
b. Qalqalah kubra
c. Izhar
d. Izhar syafawi
e. Iqlab

17. Surah An- Nahl: 125 menganjurkan kepada kita untuk…
a. Bermusyawarah
b. Berdiskusi
c. Berdemokrasi
d. Berdebat
e. Memaksakan kehendak

18. artinya ialah ....

a. Panggilan
b. Suruhan
c. Serulah
d. Mintalah
e. Mohonlah

19. artinya ialah ....

a. Dan pendidikan
b. Dan bantahlah
c. Dan pelajaran
d. Yang baik
e. Dari jalannya




20. artinya ....

a. Dan bermusyawarahlah
b. Dan dengan hikmah
c. Dari jalannya
d. Dia lebih mengetahui
e. Dan bantahlah mereka

21. artinya ....

a. Siapa yang tersesat
b. Siapa yang baik
c. Dan siapa yang benar
d. Dan siapa yang berdebat
e. Dan bantahlah mereka

22. sukun bertemu disebut ....

a. Qalqalah sugra
b. Izhar syafawi
c. Mad jaiz
d. Mad jaiz munfasil
e. Mad tabi'i

23. bertemu dengan huruf disebut

a. Lam qamariah
b. Lam syamsiah
c. Lam sukun
d. Ikhfa
e. Mad asli

24. Di bawah ini kandungan Surah An Nahl Ayat 125, kecuali ....
a. Kita disuruh untuk menyeru dengan hikmah
b. Hikmah itu perkataan yang tegas dan benar
c. Dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah
d. Bantahlah dengan cara yang baik
e. Lakukanlah musyawarah

25. Orang yang berdiskusi hendaklah ....
a. Mempunyai prasangka baik
b. Pintar berbicara
c. Pintar dalam bersiasat
d. Menguasai diskusi
e. Terus memberikan alasan

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan maksud Surah Ali Imran Ayat 159!
2. Sebutkan syarat- syarat melakukan musyawarah!
3. Apa yang harus dilakukan setelah musyawarah?
4. Bagaimana pendapatmu tentang musyawarah yang dilakukan sekarang?
5. Mengapa lebah disebut Allah SWT dalam Al Quran?
6. Sebutkan ada berapa jumlah ikhfa dalam Surah Ali Imran Ayat 159!
7. Apa yang dimaksud Asy Syura?
8. Sebutkan kandungan Surah Asy Syura Ayat 38!
9. Sebutkan jumlah izhar syafawi dalam Surah Asy Syura Ayat 38!
10. Sebutkan kandungan Surah An Nahl Ayat 125!
11. Sebutkan cara berdiskusi menurut Surah An Nahl Ayat 125!
12. Sebutkan 4 macam manfaat musyawarah!
13. Sebutkan pengertian musyawarah menurut istilah!
14. Sebutkan jumlah lam qamariyah dalam Surah An Nahl Ayat 125!
15. Tulislah Surah An Nahl Ayat 125 dengan tulisan Arab yang baik!



PENGAYAAN MATERI
Perang Salib

Perang Salib (1096-1291) adalah perang antara umat Kristen dan umat Islam selama hampir dua abad yang terjadi sebagai reaksi umat Kristen terhadap umat Islam yang dianggap mereka sebagai pihak penyerang. Perang ini terjadi disebabkan sejak tahun 632 M, sejumlah tempat suci dan kota- kota penting umat Kristen telah diduduki oleh umat Islam seperti Suriah, Asia Kecil, Spanyol, dan Sicilia. Dinamakan Perang Salib disebabkan ekspedisi militer umat Kristen mempergunakan Salib sebagai simbol pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah
perang suci (agama) dan bertujuan untuk membebaskan kota suci Baitul Makdis (Yerusalem) dari tangan orang-orang Islam. Padahal, bila ditinjau lebih dekat, faktor utama penyebabnya tidak lain adalah sosial, politik, dan ekonomi.

DEMOKRASI

Muqaddimah
Pernahkah kamu melakukan diskusi atau rapat? Ini merupakan salah satu contoh bentuk bentuk musyawarah. Bagaimana cara dan sikapmu ketika melaksanakannya? Nah, banyak hal penting yang perlu kita perhatikan ketika melakukan suatu musyawarah. Namun yang terpenting adalah bahwa dalam bermusyawarah, kita harus mengawali dengan niat yang baik yakni untuk mencari mufakat atau solusi atas suatu permasalahan yang timbul. Janganlah kita mencari penyelesaian dengan cara kekerasan. Alangkah indahnya bila kita dapat mencari jalan keluar dengan cara yang lembut dan santun. Setujukah kamu?

Kompetensi dasar:
Membaca dan paham ayat- ayat tentang demokrasi serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari- hari.

Indikator:
Siswa dapat membaca dengan fasih Surah Ali Imran Ayat 159, Surah Asy Syura Ayat 38, dan Surah An Nahl Ayat 125.
Siswa dapat menjelaskan penerapan ilmu tajwid dalam Surah Ali Imran Ayat 159, Surah Asy Syura Ayat 38, dan Surah An Nahl Ayat 125.

Siswa dapat menyimpulkan kandungan Al Quran.
 Surah Ali Imran Ayat 159 yang berkaitan dengan musyawarah.
 Surah Asy Syura Ayat 38 yang berkaitan dengan anjuran bermusyawarah.
 Surah An Nahl Ayat 125 yang berkaitan dengan anjuran berdakwah dan berdiskusi dengan baik.

Siswa dapat menunjukkan perilaku yang mencerminkan isi Surah Ali lmran Ayat 159, Surah Asy Syura Ayat 38, dan Surah An Nahl Ayat 125.

Adab:
1. Pakailah kerudung bagi siswi dan peci bagi siswa serta siapkan Al Quran!
2. Jika memungkinkan, silakan berwudu lebih dulu!
3. Mulailah dengan membaca taawuz dan basmallah!
4. lkutilah bimbingan membaca dari guru agamamu!
5. Lengkapilah dengan Al Quran dan terjemahannya!

Demokrasi merupakan istilah umum yang berasal dari bahasa Yunani, "Demos",. artinya rakyat dan "Kratos" yang berarti pemerintahan. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan berasal dari rakyat dan rakyat merupakan pemegang kedaulatan suatu negara.
Pada sila keempat dari Pancasila, perwujudan demokrasi di Indonesia yang berintikan paham kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan harus dijiwai dan diintegrasikan dengan sila- sila lainnya. Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha adalah demokrasi yang berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan berpangkal paham kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Penekanan demokrasi dalam ajaran Islam adalah musyawarah dalam mengambil suatu keputusan atas suatu masalah (persoalan). Pada saat pelaksanaan musyawarah, pasti akan muncul berbagai pendapat, di mana semua pendapat dilengkapi dan didasari argumentasi atau alasan Oleh karena itu, hasil keputusan dari musyawarah harus dapat dipertanggungjawabkan karena semua pihak telah menyepakatinya. Apabila terjadi perbedaan pendapat yang tajam dan terpecahkan, hendaknya tidak dilanjutkan dengan berselisih pendapat yang akan menimbulkan perpecahan. Carilah solusi yang baik dengan mempertimbangkan sisi baik dan sisi buruk yang dapat ditimbulkan dari keputusan tersebut.

Dalam Surah Ali Imran Ayat 159, Surah Asy Syura Ayat 38, dan Surah An Nahl Ayat 125 diisyaratkan bahwa segala persoalan, baik yang berkaitan dengan keluarga, masyarakat, organisasi, maupun urusan negara hendaknya dimusyawarahkan.

Pengertian musyawarah adalah perundingan atau berembuk bersama antara dua orang atau lebih untuk men¬dapatkan keputusan (jalan keluar) yang lebih baik. Musyawarah dilihat dari arti kata syawara yang pada mulanya bermakna “Mengeluarkan madu dari sarang lebah." Makna ini kemudian berkembang sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain.

Madu dihasilkan oleh lebah. Jika demikian, pihak yang bermusyawarah itu hendaknya bagaikan lebah. Lebah adalah makhluk yang sangat disiplin, memiliki kerja sama yang sangat mengagumkan, makanannya berasal dari sari kembang, hasilnya adalah madu, dan di mana pun hinggap ia tidak pernah merusak dan tidak mengganggu. Itulah gambaran musyawarah dan mestinya demikian pula sifat orang yang melakukannya.



Tujuan hidup manusia adalah selamat, sejahtera, aman, dan damai di dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin manusia dapat hidup rukun bila mereka tidak mau bermusyawarah senantiasa bertikai serta saling mempertahankan pendapat yang belum tentu benar. Berselisih pendapat yang berakhir dengan permusuhan, pertikaian, dan perusakan dilarang oleh Allah swt. Namun, berbeda pendapat dibolehkan dan dibenarkan karena merupakan rahmat Allah swt. menggambarkan keanekaragaman berpikir umat Islam.

A. Surah Ali Imran ayat 159 tentang Musyawarah
1. Bacalah Surah Ali Imran Ayat 159
Artinya:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada- Nya.” (QS. Ali Imran: 159)
4. Isi Kandungan Al Quran Surah Ali Imran Ayat 159
Isi kandungan Al Quran Surah Ali Imran Ayat 159 adalah sebagai berikut:
a. Surah Ali Imran Ayat 159 menyebutkan tiga hal secara berurutan untuk dilakukan sebelum bermusyawarah yaitu sebagai berikut.
1) Bersikap lemah lembut. Orang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Jika tidak, maka mitra musyawarah akan pergi menghindar.
2) Memberi maaf dan bersedia membuka diri.Kecerahan pikiran hanya dapat hadir bersamaan dengan sirnanya kekerasan hati serta kedengkian dan dendam.
3) Memohon ampunan Allah sebagai pengiring dalam bertekad, kemudian bertawakal kepada- Nya atas keputusan yang dicapai.

b. Yang diharapkan dari musyawarah adalah mufakat untuk kebenaran karena Nabi Muhammad saw pernah bersabda, "Umatku tidak akan sepakat dalam kesesatan". Dengan demikian, bila dalam satu musyawarah terjadi mufakat, maka hal itu merupakan tanda- tanda kebe¬naran dalam mencari jalan keluar.
c. Di dalam bermusyawarah, kadang terjadi perselisihan pendapat atau perbedaan. Berbeda pendapat merupakan sunatullah dan rahmat serta diridai Allah swt. Beda pendapat terjadi akibat perbedaan sudut pandang, tetapi hendaknya masing- masing pihak tidak menyalahkan dan mencari- cari kesalahan pihak lain. Semua orang harus mempunyai niat yang sama untuk memperoleh nilai tambah dari kedua sudut pandang yang berbeda tersebut, sedangkan berselisih pendapat biasanya hanya diakhiri dengan pertikaian atau permusuhan karena salah satu pihak menyalahkan dan mencari- cari kesalahan pihak lainnya. Hal itu tentu bertentangan dengan nilai¬- nilai musyawarah yang berupaya mencari kedamaian dan hidup selamat sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.

B. Surah Asy Syura Ayat 38 tentang Anjuran Bermusyawarah
1. Bacaan Surah Asy Syura: 38

           
Artinya
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.
(QS. Asy Syura :
4. Isi Kandungan
Adapun maksud atau makna yang terkandung dalam ayat tersebut adalah orang- orang yang menyambut baik panggilan Allah swt. kepada agama-Nya, yang memiliki kriteria sebagai berikut.
a. Mendirikan salat fardu pada waktunya dengan sempurna untuk membersihkan hati dari iktikad buruk dan menjauhkan diri dari perbuatan mungkar (kejahatan) baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
b. Melaksanakan kepentingan umum dengan senantiasa bermusyawarah untuk menentukan sikap di dalam menghadapi hal- hal yang pelik dan penting.
c. Menafkahkan rezeki yang diberikan Allah kepadanya di jalan yang benar atau membelanjakannya di jalan yang berguna dan bermanfaat bagi diri pribadi, keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa. Dalam ayat lain Allah swt. berfirman:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang Telah kami berikan kepadamu.“ (QS. Al Baqarah : 254)

C. Surah An Nahl Ayat 125 tentang Anjuran Berdiskusi
1. Bacaan Surah An Nahl Ayat 125

Artinya :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 125)

4. Isi Kandungan Surah An Nahl Ayat 125
Isi kandungan Surah An Nahl ayat 125 adalah sebagai berikut:
a. Kita diperintahkan untuk menyeru (menyampaikan) kepada jalan Allah SWT dengan hikmah yaitu perkataan yang tegas dan benar atau dapat membedakan antara yang hak dengan yang batil. Dakwah kadang menggunakan metode diskusi. Dalam proses diskusi, sering terjadi perbedaan pendapat. Oleh karena itu, jika ingin membantah, maka bantahlah dengan cara yang baik dan berilah pelajaran yang baik, rasional, efektif dan efisien serta dengan argumentasi yang baik pula.
b. Pada dasarnya manusia itu mempunyai perbedaan, termasuk pendapat. Akan tetapi, di balik hal itu ada hikmah serta kandungan rahasianya. Berdialoglah atau berdiskusilah dengan dingin, bijaksana, penuh hati- hati, saling pengertian, dan tunjukkan sikap yang Islami. Ali bin Abi Thalib pernah memberikan nasihat, lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan. Kita harus dapat bertindak demokratis, bijaksana, tidak keras kepala untuk menyalahkan atau menyanggah, tetapi dapat bersikap sabar sehingga orang lain dapat mengerti atau memahami apa yang kita maksudkan.
c. Allah Maha Mengetahui orang yang tersesat dari jalan-Nya. Demikian pula Allah swt. Iebih mengetahui orang- orang yang mendapat petunjuk. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa harus berprasangka baik terhadap siapa saja ketika berdiskusi.

D. Anjuran Berdakwah dan Berdiskusi dengan Baik
Bagaimana caranya kita dapat melaksanakan dakwah dan diskusi dengan baik? Tentunya tata cara dan proses berdakwah atau berdiskusi yang baik harus sesuai dengan Al Quran dan hadis antaranya sebagai berikut.
1) Harus menyadari bahwa setiap manusia memiliki kewajiban meneruskan dan menyampaikan ajakan- ajakan yang baik atau amar maruf dan larangan agar tidak berbuat jahat atau nahi munkar kepada manusia lainnya. (Keterangan selanjutnya lihat QS Al Haji: 75, QS Al Maidah: 67, 99, QS Al Bagarah: 259,174)
2) Harus menyadari bahwa yang menentukan seseorang beriman atau kafir adalah hak Allah SWT. Namun, manusia berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran. (Selanjutnya lihat QS Baqarah: 88, 100, QS Yunus: 99 QS Yusuf: 103).
3) Harus siap berjihad mengendalikan hawa nafsu, sabar, dan rela berkorban, baik harta mau jiwa untuk membela kebenaran. Berjihad harus dengan sabar sesuai dengan ajaran Al Quran dan hadis. (Selanjutnya lihat QS Maidah: 35, QS At Taubah: 20, dan QS Al Furgan: 52).
4) Harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan penuh sopan santun (tatakrama berbicara) agar penyampaiannya dapat bermanfaat, baik untuk menjadi peringatan maupun pelajaran. (Selanjutnya lihat QS Maryam: 97).
5) Tidak menghasut untuk berselisih dan mencari- cari kesalahan pihak atau agama yang lain
(QS Al Hujurat 11-12).

Pada saat berdiskusi, hal- hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut.
a. Tidak boleh memotong pembicaraan pada saat seseorang belum selesai berbicara.
b. Hormati pembicaraannya dengan cara menyimak pembicaraannya dengan saksama.
c. Menghindari debat kusir atau memaksakan kehendak agar orang lain mengikuti keinginannya sekalipun itu baik.
d. Tidak boleh melecehkan si Pembicara, misalnya karena cacat atau tidak sempurna.
e. Jika tidak sependapat, maka sanggahlah dengan sanggahan yang baik disertai argumentasi yang tepat.
f. Hindari diskusi yang berubah menjadi selisih pendapat yang mengakibatkan permusuhan dan kedengkian.

Dalam sebuah pemilihan ketua kelas, sebagian anak- anak menginginkan Difa menjadi ketua kelas. Namun, sebagian yang lain menginginkan Anggi yang diangkat menjadi ketua kelas. Kedua pendukung sangat antusias agar pilihannya bisa menjadi ketua. Agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, maka jelaskanlah yang seharusnya dilakukan oleh para siswa di dalam kelas tersebut? Bagaimana pemilihan pemimpin yang demokratis menurut pandanganmu?

Tazkirah
Musyawarah meru¬pakan salah satu asas dalam kehidupan ber¬masyarakat untuk me¬nampung segala pendapat yang berbeda dari berbagai kalangan. Dalam Islam, musyawarah memiliki tempat yang sangat penting di tengah- tengah masyarakat. Jika musyawarah diabaikan, maka sernua masalah tidak akan bisa diselesaikan dengan baik bahkan dapat me¬nimbulkan permusuhan, perpecahan, dan perusakan yang tidak diridai Allah SWT
Pengertian kata "Musya¬warah" menurut bahasa berarti berembuk atau berunding. Pengertian "Musyawarah" menurut istilah berarti perundingan bersama untuk mendapatkan kata mufakat dalam memutuskan sesuatu masalah.
Manfaat musyawarah an¬tara lain sebagai berikut.
1. Untuk menetapkan suatu keputusan dengan adil dan bijaksana.
2. Untuk mencari kebenaran, persetujuan, dan kesepakat¬an bersama yang lebih baik.
3. Untuk menghilangkan si¬kap otoriter, diktator, dan sikap sewenang- wenang.
4. Untuk belajar membiasa¬kan mengemukakan pen¬dapat, ide, atau gagasan secara tepat.

Menyeru atau mengajak manusia untuk senantiasa berada di jalan Allah swt. hendaknya dilakukan de¬ngan cara berdialog atau berdiskusi dengan baik dan penuh argumentasi. Tidak bersikap keras kepala serta menyalahkan, melainkan mendengarkan dengan pe¬nuh antusias lalu dibahas dengan sikap yang bijaksana, penuh hikmah, dan sabar.

Kamis, 19 Agustus 2010

bijaksana

Tahukah engkau orang yg menjadikan hawa-nafsunya sebagai Tuhannya? Apakah engkau dapat menjadi pemelihara atasnya? Ataukah engkau menyangka kebanyakan mereka itu dapat mendengar dan memahami. Mereka itu seperti ternak bahkan lbh sesat jalan hidupnya.” . Kalau memeluk agama sama dgn kebodohan tentu Anda lbh menyukai hidup tanpa agama. Kalau agama itu sama dgn beban yg memberatkan jiwa atau cenderung kepada kehinaan dan kenistaanatau sama dgn gejolak rasialisme tentu Anda lbh menyukai hidup tanpa agama! Tetapi agama bukanlah seperti itu semua bahkan menentang semuanya itu. Orang-orang ateis demikian buruknya mencampuradukkan antara kebenaran yg diturunkan Allah dan kebatilan yg dibuat oleh manusia atas dorongan nafsunya kemudian menganggapnya sebagai agama. Orang yg mengetengahkan suatu kebatilan sebagai agama adl pendusta dan mengmgkari apa yg diketengahkannya itu berarti hukumnya wajib. Manusia dalam zaman kita sekarang ini terbagi-bagi dalam beberapa golongan yg berlainan. Di antara mereka ada yg mengingkari ketuhanan dan membayangkan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan oleh Tuhan. Ada pula yg mengakui ketuhanan secara tidak jelas dan menganggap semua agama besar adl sama dalam hal metode ajarannya ataupun nilainya. Ada juga yg memeluk agama Yahudi atau Nasrani dan tidak bemiat meninggalkan dua agama itu selama-lamanya. Selain itu ada pula yg menganut paganisme yg tak mau tahu kepada agama lain dan ada juga yg memeluk agama Islamrela dan puas bertuhan hanya kepada Allah rela dan puas menerima Islam sebagai agama serta mengakui Muhammad saw sebagai nabi dan rasul. Di kalangan kaum muslim terdapat orang-orang yg berpikir kacau yaitu mereka yg hidup menurut apa saja yg mereka warisi dari nenek moyang. Berbagai macam sunah berbagai macam bid’ahpengetahuan kebodohan petunjuk yg benar dan hawa nafsu-semuanya dicampur aduk. Di antara mereka itu terdapat pula para da’i yg menyerukan kebenaran sebagaimana yg pada zaman dahulu dilaksanakan oleh kaum salaf terkernuka. Dalam perjalanan sejarah sedikit demi sedikit mereka makin terpencil dan pada zaman kita sekarang ini mereka amat sedikit jumlahnya. Kesulitan yg dialami oleh para da’i sebenarnya datang dari gambaran tentang penampilan Islam di dunia Islam. Gambaran itu membuat orang yg lurus di negeri-negeri lain menjauhkan din dari Islam. Seumpama di suatu negeri Islam yg merdeka orang dapat membantah pemerintahannya tanpa rasa takut atau dapat menentang pendapat kepala negaranya tanpa perasaan cemas sebagaimana pada zamandahulu dilakukan oleh kaum muslim terhadap dua orang khalifahnya Abu Bakar Shiddiq dan ‘Umar ibn Khaththab. Seandainya penguasa negeri itu berkata kepada seseorang “Hai engkau harus memelukagama Tauhid krn itulah agama yg benar” kemudian jika orang itu menjawab “Tidak” ia lalu diancam hendak dibuang atau dipancung kepalanya. Apakah Anda mengira bahwa orang itu benar-benar memeluk Islam? Tidak sama sekali tidak! Apakah yg menarik hati orang itu sehingga ia memeluk suatu agama yg penguasanya dapat berbuat menghancurkan kota dan mengubur 30.000 sosok mayat di bawah reruntuhan puing-puing? Setelah itu sang penguasa lalu menjadi orang yg “berwibawa” “terjaga keamanannya” dan “diagung-agungkan” melalui berbagai sarana penerangan dan media massa baik yg dekat maupun yg jauh jangkauannya? Orang itu sesungguhnya tetap kafir ia tidak rela masuk ke dalam lingkungan mengerikan itu. Lantas siapakah yg harus bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa seperti itu? Tentu para politikus zalim yg tidak menghayati agama dan sibuk memfitnah Islam melalui kekuasaan yg ada pada mereka. Di sana terdapat pula orang-orang yg sibuk dgn pelbagai macam “ilmu agama” yg menggambarkanagama Islam sebagai penjara dan membuat kaum wanita menjadi bodoh. Mereka sibuk membuat peraturan-peraturan yg menonjolkan kelemahan kaum wanita seolah-olah kaum wanita merupakan sejenis manusia yg boleh diperkosa hak-haknya; boleh direndahkan kedudukannya; boleh diremehkan akal pikirannya; dan kehadirannya di lapangan ilmu pengetahuan peribadatan dan perjuangan dipandang aneh bahkan mengemudikan mobil pun dicela. Tidaklah mengherankan kalau agama Islam digambarkan demikian itu sehingga menyebabkan kaum wanita di timur maupun baratenggan memeluknya. Mereka tentu berpikir bahwa menghindari agama adl lbh baik! Pikiran mereka yg demikian itu pasti didukung oleh beribu-ribu kaum pria. Fitnah yg dilakukan orang terhadap agama Islam dgn cara seperti itu benar-benar sangat memprihatinkan. Saya teringat sebuah cerita di kalangan orang-orang Badui yg mengatakan “Pada suatu hari ada orang yg menawarkan untanya di pasar dgn harga satu dirham tetapi dgn syarat tali kekangnya pun harus dibeli juga dgn harga 10.000 dirham.” Orang-orang yg mendengar penawaran itu pun berkata “Seumpama tidak ada tali yg terkutuk itu alangkah murah harga untanya.” Memang benar alangkah mudahnya memeluk agama Islam seumpama tidak ada orang-orang yg menyebar berbagai macam fitnah! Sekarang kami bertanya “Apakah seorang ateis yg mengingkari Tuhan dan tidak percaya bahwa kelak ia akan dihadapkan kepada-Nya dapat menjadi orang yg lurus dan bijaksana?” Kami jawab bahwamakhluk yg demikian itu sungguh-sungguh tidak sehat penglihatan mata hatinya dan perilakunya. Sikapnya yg ingkar tethadap Tuhannya jauh lbh jahat daripada sikap seorang anak yg berani melawan ayah-bundanya yg penuh kasih-sayang. Orang itu mungkin saja berilmu pengetahuan akan tetapi hal itu tidak menghilangkan kerendahan budinya. Di masa lalu Amerika Serikat pernah menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang ilmuwan nuklir yg menyerahkan rahasia-rahasia tugas pekerjaannya kepada Rusia. Oleh pemerintah Amerika Serikat ia dipandang sebagai pelaku kejahatan besar krn telah mengkhianati tanah air dan bangsanya. Apakah tanah air itu? la adl sekeping bumi. Apakah bangsa itu? la adl sekelompok manusia. Bagaimanakah orang yg mengkhianati Tuhan Penguasa bumi dan langit serta Penguasa seluruh umat manusia? Apakah ia tidak dianggap berbuat kejahatan? Kebesaran yg dimiliki seseorang tidak dapat menangkal penyakit berbahaya yg menimpanya. Ada kalanya seorang yg mempunyai pandangan tajam diserang penyakit kanker yg menyebabkan kematiannya. Kekuatan dan ketajaman pandangannya temyata tidak berguna utk menolak penyakitnya yg parah. Demikian pula orang yg mengingkari Tuhan dan menolak agama-Nya. Betapa pun tinggi ilmunya di bidang tertentu ia adl orang yg tidak sehat jiwanya tidak lurus jalan pikirannya dan patut dikhawatirkan tingkah-lakunya. Bahkan sesungguhnya ia lbh dekat kepada hewan daripada manusia. Pengabdiannya kepada hawa nafsu membuatnya selalu pesimis terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yg di dekatnya. Allah menghukumnya dalam kehidupan dunia; dan menjadikan kecerdasannya sebagai musuhnya sendiri; dan menggali liang kuburnya dgn tangannya sendiri. Firman Allah dalam Alquran al-Karim melukiskan orang-orang yg hidup mengabdi hawa-nafsunya menolak hidayah Ilahi dan tidak mengharapkan inayah dan rahmah-Nya sebagai berikut “Tahukah engkau orang yg menjadikan hawa-nafsunya sebagai Tuhannya? Apakah engkau dapat menjadi pemelihara atasnya? Ataukah engkau menyangka kebanyakan mereka itu dapat mendengar dan memahami. Mereka itu seperti ternak bahkan lbh sesat jalan hidupnya.” . Anda tentu melihat bahwa di berbagai negeri Arab terdapat banyak orang yg condong kepada sekularisme. Mereka berusaha keras menyingkirkan pengaruh Islam dari lapangan pendidikan perundang-undangan kebudayaan dan pengarahan. Cobalah Anda perhatikan sungguh-sungguh bagaimana wajah mereka dan kegiatan mereka. Anda tidak akan dapat melihat adanya tanda-tanda yg menunjukkan bahwa mereka itu berjiwa sehat danberpikir cermat. Di antara mereka itu terdapat orang-orang yg mengaku “muslim” tetapi tidak menyukai ketentuan yg telah diturunkan oleh Allah. Di antara mereka itu ada pula para ahli kitabyang menggabungkan diri dgn tiap kekuatan yg memusuhi Islam utk memperoleh banyak pengikut di kalangan kaum awam dan sekaligus utk melampiaskan kedengkiannya. Sekalipun demikian mereka pura-pura memperlihatkan sikap tak berpihak! Orang-orang seperti itu tidak mungkin dapat disebut manusia yg lurus dan bijaksana. Sebab kalau benar-benar mereka mempunyaikesadaran rasonal yg semumi-murninya tentu mereka tahu bahwa Isra’il mempersenjatai din dgn akidah yg agresif dan politik yg memperalat agama utk merampas tanah air bangsa lain dan menginjak-injak kehormatannya. Bagaimanakah orang dapat menerima agama yg agresif juga membenarkan garis politiknya dan menghormati kekuasaannya? Mereka malah menolak agama yg membela tanah air bahkan menganggap kehadirannya di lapangan pendidikan utk memperkuat ketahanan nasional sebagai politik kolot yg harus dijauhkan. Persoalannya adl krn di sini agama Islam dan di sana agama Yahudi! Bukanlah soal politik dalam agama kalau Islam berjuangmembela tanah air. Negara-negara Arab pasti akan ambruk jika zionisme dibiarkan merajalela apalagi kalau politik negara-negara itu memandang zionisme sebagai hikmah dan kemajuan! Bukanlah nalar sehat dan bukan pula suatu kebijakan jika orang menolak kenabian Muhammad saw atau membenci manusia besar itu dan menyerangnya. Kita tentu tertawa geli bila mendengar ada orang yg berpendapat bahwa bumi ini berbentuk segitiga atau segiempat atau bila mendengar ada orang yg mengatakan bahwa Nabi Musa as itu lahir di Amerika Serikat. Bagaimana kita tidak tertawa kalau kita mendengar orang mengatakan Budha itu tuhan sedangkan Muhammad saw adl penyamun?! Bagaimana kita tidak tertawa geli jika ada orang yg berpendapat bahwa Islam itu agama penyembah berhala yg menginjak-injak kehormatan manusia atau tidak mengerti bahwa Islam itu agama tauhid dan agama yg suci?! Kalau orang yg demikian itu bukan pura-pura tidak tahu ia pasti orang pandir dan orang pandir tidak mungkin dapat disebut lurus dan bijaksana. Ada kalanya kepandiran dapat dijadikan alasan utk membebaskan orang dan tanggung jawab moral pada saat ia bertindak menyalahi ketentuanhukum. Tetapi kepandiran tidak akan dapat dijadikan dalih utk membagus-baguskan orang yg bersangkutan. Ada sementara orang Yahudi yg percaya bahwa Tuhan bergulat dgn Israil hingga nyarisjatuh tersungkur di hadapannya. Sementara itu orang-orang Nasrani percaya bahwa seorang bayi lahir dalam keadaan menanggung laknat dosa kesalahan yg dilakukan oleh Adam dan jika orang tidak percaya bahwa Isa as mati di kayu salib utk menebus dosa manusia maka orang yg tidak percaya itulah yg terkena kutukan abadi! Orang boleh mempunyai kepercayaan apa saja tetapi janganlah ia melampaui batas lingkungan dan kedudukannya sendiri dan jangan pula mendusta-dustakan seorang nabi dan rasul yg datang untukmenjemihkan agama-agama Tuhan dan pencemaran dan menegur manusia yg lari meninggalkan kebenaran Allah dgn menyampaikan firman-Nya “Ataukah belum pernah diberitakan kepadanya apa yg terdapat di dalam kitab suci kepada Musa dan kitab suci kepada lbrahim orang yg selalu menepati janji? Yaitu bahwasanya orang yg berdosa tidak memikul dosa orang lain dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yg telah diusahakannya dan bahwa usahanya itu kelak akan diperlihatkan kemudian ia akan diberi balasan yg sepadan.” . Ayat-ayat suci tersebut di atas ibarat dentang suara lonceng yg membangkitkan perasaan takut dan menggugah kesadaran utk berhati-hati dan selalu ingat. Atau ibarat rambu-rambu yg harus diindahkan orang yg melintasi berbagai persimpangan jalan agar dapat sampai ke arah yg dituju dan tidak tersesat. Tidak mengenal Islam adl suatu kekurangan yg amat fatal dan orang tidak akan dapat menyempumakan dirinya kecuali dgn Islam. Bagaimana orang dapat membersihkan din jika ia tidak merasa butuh kepada taufik dan hidayah llahi kepada janji pahala dan hukuman siksa-Nya; dan bagaimana pula kalau hatinya tidak pemah sedetik pun merasa tunduk kepada-Nya dan tidak juga pemah berucap “Ya Allah ampunilah kesalahanku pada hari Kebangkitan kelak?” Sumber Al-Ghazali Menjawab Muhammad al-Ghazali Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia